Akses Di Kota Semarang Akan di Perketat

Akses Di Kota Semarang Akan di Perketat

Akses Di Kota Semarang Akan di Perketat – Pasca dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan yang mengizinkan beroperasinya moda transportasi umum sesuai bersama Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25, Pemkot Semarang perketat akses masuk di sejumlah titik.

Masyarakat yang menginginkan masuk ke Kota Semarang bersama menggunakan transportasi umum pun diwajibkan perlihatkan surat lolos rapid test COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan Wali kota Semarang Hendrar Prihadi saat laksanakan peninjauan lapangan bersama jajaran Forkompinda Pemerintah kota Semarang di sejumlah titik yang jadi pintu masuk kota Semarang, Rabu (13/5).

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan telah mengecek situasi di lapangan untuk menyelaraskan SOP seleksi berasal dari Kementerian Perhubungan. Dirinya terhitung setuju dan menegaskan bahwa mudik dilarang. Akan tapi orang boleh masuk bersama perlihatkan surat keterangan dulu laksanakan Rapid test Covid dan hasilnya tidak reaktif. Taruhan Bola

“Kalau cuma menggunakan surat keterangan sehat di Kota Semarang tidak diperbolehkan. Selain itu harus perlihatkan kelengkapan lainnya layaknya izin lembaga dan seterusnya,” tegas Hendi didalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020).

Lebih lanjut Hendi menjelaskan yang jadi kasus yaitu di pos pantau jalan darat, bersama pengecekan yang lebih selektif maka berpotensi mengakibatkan antrian panjang.

“Sebelum ada aturan Menteri Perhubungan begitu ada plat B jikalau segera kami instruksikan putar balik. Sekarang harus upaya ulang yang dilaksanakan teman-teman di pos perbatasan ini untuk menyeleksi penduduk yang mencoba masuk ke Kota Semarang. Ini tentu memakan saat dan bisnis yang dapat saja mengakibatkan antrian,” ujarnya.

Pada peluang yang sama, Hendi terhitung mengevaluasi kebijakan PKM Kota Semarang yang telah memasuki hari ke-15 dan hasilnya perlihatkan tren positif. Menurutnya jikalau dibandingkan sebelum penerapan PKM dilihat berasal dari angka kesembuhan dan positif Covid perlihatkan pertumbuhan yang lebih baik.

“Sebelum pemberlakuan PKM, angka kesembuhan 70 kasus, sekarang telah 211 kasus. Penderita Covid di kisaran angka 130, sekarang turun jadi 50,” ungkap Hendi.

Namun, dirinya mengungkapkan jikalau Kota Semarang kemungkinan dapat memperpanjang PKM jikalau angka COVID-19 tetap relatif tinggi. Untuk itu, Hendi menginginkan semua pihak supaya berdisiplin mengikuti aturan didalam PKM layaknya pemberlakuan shift, jaga jarak dan pemberlakuan SOP Protokol kesehatan.

“Tapi angka ini tetap tertinggi di Jawa Tengah, supaya ada saat 13 hari untuk kami lebih intensifkan patroli,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Hendi bersama bersama jajaran Forkompinda Pemerintah kota Semarang mendatangi sejumlah titik yang jadi pintu masuk kota Semarang. Adapun lokasi yang dikunjungi Hendi dan rombongan yaitu pos pantau di Bandara Ahmad Yani, Stasiun Tawang dan Pelabuhan Tanjung Mas.