Alasan Fraksi Golkar Melakukan Bantuan Kendali Operasi (BKO)

Alasan Fraksi Golkar Melakukan Bantuan Kendali Operasi (BKO)

Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI merotasi sejumlah personelnya di Komisi XI DPR jelang pemilihan calon bagian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu terungkap di dalam surat dari Sekretaris FPG DPR Adies Kadir kepada pimpinan parlemen.

Bukan tanpa alasan Fraksi Golkar jalankan bantuan kendali operasi (BKO) tersebut. Adies Kadir menegaskan BKO ini ditunaikan lantaran ada agenda penting di Komisi-Komisi.

Alasan Fraksi Golkar Melakukan Bantuan Kendali Operasi (BKO)

Sementara itu, bagian FPG tidak mampu datang atau tengah punya aktivitas di luar. Padahal terdapat kebijakan partai yang mesti dikawal. Alasan selanjutnya yang memicu BKO mesti dilakukan.

“BKO ini perihal yang biasa ditunaikan oleh tiap tiap Fraksi. Ketika ada agenda penting yaitu Fit plus Proper Test calon bagian BPK, namun banyak bagian kita tengah banyak aktivitas di luar dan ada agenda partai yang mesti dikawal,” kata Adies di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Adies heran, lantaran keputusan pergantian sementara bagian partainya di Komisi XI justru ramai diperbincangkan. Menurutnya, BKO bukan perihal baru yang ditunaikan oleh Golkar di DPR.

“Kita dulu BKO bagian Komisi I, sementara itu tengah pemilihan bagian KPI. Sementara dii Komisi III kita juga dulu jalankan rotasi sementara pemilihan calon hakim agung MA dan capim KPK,” kata Anggota Komisi III DPR RI ini.

Alasan Fraksi Golkar merotasi anggotanya di Komisi XI, menurut Adies punya tujuan baik. Yaitu, bersiap-siap andaikata nanti berlangsung voting di dalam pemilihan bagian BPK, maka bagian dari FPG sudah siap dan tidak kosong (abstain).

“Kita tidak mau ketinggalan agenda penting ini. Maka dari itu kita jalankan rotasi sementara atau BKO,” ucapnya.

Adies menegaskan terkecuali yang ditunaikan oleh Fraksi Partai Golkar bukan manuver politik partainya. Apalagi, di dalam mengambil keputusan rotasi bagian di Komisi XI sudah dilaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Ini bukan manuver politik Golkar. Sebaliknya Golkar idamkan mengawal sistem pemilihan calon bagian BPK sesuai keputusan yang ada,” kata Adies.

Seperti diketahui, pekan ini Fraksi Golkar lagi merotasi sejumlah kadernya, lebih-lebih untuk yang ketiga kalinya.

Sebelumnya FPG merotasi kadernya terhadap 19 September 2019. Berselang sehari tepatnya terhadap 20 September 2019 Fraksi Partai Golkar mengembalikan lagi ke-7 anggotanya itu ke Komisi XI. Akhirnya terhadap Senin (23/9/2019), Fraksi Golkar lagi merotasi sementara terhadap empat anggotanya yang duduk di Komisi XI.