Dana Kampanye Pilkada Dari Partai Politik Ungkap Bawaslu

Dana Kampanye Pilkada Dari Partai Politik Ungkap Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) telah terima laporan berkenaan sumbangan dana kampanye terhadap Pilkada 2020. Hasilnya, Bawaslu mencatat sebanyak Rp 27.490.572.550 sumbangan untuk penentuan gubernur.

Sedangkan untuk penentuan di 247 kabupaten/kota sebesar Rp 355.279.170.927. “Waktu penyampaian laporan sesuai perintah Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 berkenaan Tahapan, Program dan Jadwal Pilkada 2020 adalah Sabtu, 31 Oktober 2020,” kata bagian Bawaslu Fritz Edward Siregar lewat keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2020).

Fritz mengatakan, sumbangan dana kampanye berasal dari pasangan calon, partai politik pengusung maupun dari pihak luar layaknya perseorangan, kelompok dan badan bisnis swasta.

Jika dirinci, untuk penentuan gubernur sumbangan dari pasangan calon sebesar 43 prosen atau setara bersama dengan Rp 11.848.973.250. Total sumbangan badan bisnis swasta Rp 8.667.605.000, sumbangan perseorangan Rp 6.329.874.300 dan dari partai politik sebesar Rp 644.120.000.

Sementara terhadap penentuan bupati dan wali kota, keseluruhan keseluruhan sumbangan dana kampanye yang berasal dari pasangan calon sebesar Rp 203.924.190.651 atau 57 persen.

Sedangkan sumbangan dari eksternal perseorangan sebesar Rp 98.078.703.781, sumbangan dari badan bisnis swasta sebesar Rp 41.205.645.500. Dari partai politik sebesar Rp 9.819.750.995 dan sumbangan kelompok sebesar Rp 2.250.880.000. “Sumbangan paling sedikit berasal dari partai politik pendukung,” ujar dia.

Adapun Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
Masa kampanye berjalan sepanjang 71 hari, di awali sejak 26 September dan berakhir 5 Desember 2020. Sementara, hari pemungutan nada Pilkada rencananya bakal ditunaikan secara serentak terhadap 9 Desember.