Demokrat Klaim Dana Hibah Museum SBY Inisiatif Pemprov Jatim

Demokrat Klaim Dana Hibah Museum SBY Inisiatif Pemprov Jatim

Demokrat Klaim Dana Hibah Museum SBY Inisiatif Pemprov Jatim

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Renanda Bachtar menyatakan dana hibah Rp9 miliar untuk pembangunan museum kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan merupakan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Bandar Taruhan
Menurutnya, SBY serupa sekali tidak dulu menghendaki pertolongan dari pemerintahan area (pemda) manapun.

“Pak SBY serupa sekali tidak dulu menghendaki pertolongan dari pemda manapun. Kasihan pak SBY yang tak dulu menghendaki pertolongan dari pemda tambah menjadi digoreng-goreng begini pemberitaannya,” kata Renanda kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).

“Itu sepenuhnya inisiatif pemda yang kemungkinan dambakan sedikit berkontribusi terhadap pembangunan museum kepresidenan yang nanti berdiri besar dan megah di Pacitan,” imbuhnya.

Dia menengarai, inisiatif Pemprov Jatim itu lahir sebab menilai keberadaan Museum SBY dan Galeri Ani Yudhoyono dapat beri tambahan efek positif terhadap wisata histori pembangunan Indonesia, termasuk menjalankan roda ekonomi masyarakat sekitar.

“Semua pihak mesti lebih objektif lihat hal positif dari hal ini secara luas,” katanya.

Lebih lanjut, Renanda bicara bahwa pertolongan pembangunan sebuah museum bukan sebuah hal yang mesti menjadi isu. Ia mengatakan pertolongan selanjutnya justru menjadi suatu kewajiban sekaligus apresiasi pemerintah atas berdirinya suatu museum.

Ia pun merujuk terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 berkenaan Museum, di mana terhadap Pasal 50 ayat (1) mengatakan bahwa pemerintah atau pemerintah area mampu beri tambahan pertolongan pendanaan kepada setiap orang atau masyarakat hukum rutinitas yang memiliki museum.

Kemudian, ayat (2) menyatakan, pertolongan pendanaan mampu digunakan untuk pembangunan museum, revitalisasi museum, dan/atau peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Renanda mencontohkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dulu menyatakan bahwa pemerintah siap menopang pembangunan Museum Djalamuddin Adinegoro terhadap 2018. Bahkan sebelumnya, tepatnya di 2015, pemerintah pusat termasuk menjanjikan pertolongan Rp9 miliar untuk sambungan proyek pembangunan Museum Keris Solo.

Kemudian terhadap 2016, kata Renanda, Pemerintah Kota Blitar menyatakan dapat mengajukan pertolongan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN untuk pembangunan Museum Bung Karno.

“Bantuan pemerintah untuk museum kepresidenan yang lain bersama nilai yang lebih besar tidak dulu ada yang persoalkan. Di mana salahnya Pak SBY kali ini? Mohon seluruh pihak lebih bijak dalam berpendapat,” ujar Renanda.

Dampak Positif

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, menyatakan bahwa pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan dapat beri tambahan efek positif bagi perkembangan ekonomi, kemajuan sosial budaya, dan kemajuan permuseuman di Indonesia.

Dari segi ekonomi, menurutnya, Museum SBY dan Galeri Ani dapat menjadi sumber perekonomian baru bagi masyarakat di Pacitan.

“Jika Museum itu nantinya beroperasi, dapat ada sirkulasi ekonomi bagi masyarakat Pacitan dan sekitarnya. Terciptanya lapangan pekerjaan baru, peningkatan wisatawan, dan juga sektor UMKM hidup ulang cocok bersama program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah,” ujarnya.

Dari segi sosial, lanjut Putu, Museum SBY dan Galeri Ani dapat menjadi narasi utama dalam bidang histori dan budaya di Pacitan.

“Saya menghendaki Sapta Karsa permuseuman Indonesia mampu diwujudkan bersama sinergi menyeluruh beraneka pihak sehingga mampu memuliakan dan menggaungkan nilai-nilai luhur peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia,” tutur Putu.

Untuk diketahui, pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan belakangan mendadak menjadi sorotan publik. Hal itu lantaran proyek pembangunan museum ini
Sejumlah netizen di Twitter pun mencibir. Mereka menilai pembangunan museum itu tak memiliki urgensi sehingga berhak memperoleh pertolongan anggaran dari Pemprov Jatim. Bahkan, terhadap Rabu (17/2) siang jelang petang, sinyal pagar (tagar/#) SBYMakanDanaPacitan sempat masuk jajaran 10 besar trending topic Twitter di Indonesia.

Menanggapi kabar dana hibah itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengatakan sejatinya tak sepenuhnya Rp9 miliar itu untuk pembangunan museum. Pencairan dana hibah termasuk mesti memenuhi sejumlah syarat.

Kunjungi Juga : Artikel Seputar Olahraga

“Pengajuannya 2019,” kata Heru, selagi dikonfirmasi, Rabu.

Anggaran itu sendiri, lanjut Heru, merupakan hibah pertolongan keuangan (bk). Meski demikianlah dana itu masih berada di APBD Kabupaten Pacitan dan belum dikucurkan hingga sekarang.

“Hibah itu belum diluncurkan uangnya, belum dipergunakan hingga sekarang, masih di APBD Pacitan sebab ada hal-hal yang mesti dicukupi, uangnya masih utuh Rp9 M,” ucapnya.