Fahri Hamzah Angkat Bicara Terkait Aksi Mahasiswa Soal Revisi KUHP

Fahri Hamzah Angkat Bicara Terkait Aksi Mahasiswa Soal Revisi KUHP

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah angkat bicara mengenai aksi mahasiswa yang menolak pengesahan revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Dia pun heran, mengapa mahasiwa cuma mengkritisi pasal mengenai seksualitas saja.

Fahri mengatakan, pasal-pasal yang dipermasalahkan oleh mahasiswa memang mampu diselesaikan bersama dengan dialog, tanpa wajib turun ke jalan.

Fahri Hamzah Angkat Bicara Terkait Aksi Mahasiswa Soal Revisi KUHP

“Ini cuma soal 1-2 pasal saja, itu kan soal sederhana. Itu mampu diomongkan kok,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 24 September 2019.

Fahri mengaku, tidak tahu apa yang diinginkan oleh mahasiswa. Dia pun mengibaratkan, mahasiwa pas ini seperti bunga di negara barat.

“Mungkin ini generasi bunga, seperti revolusi bunga di negara barat. Saya enggak tahu itu mahasiswa ngomong seksualitas. Apa masalahnya, saya bingung yang dipersoalkan,” ungkapnya.

Fahri juga menyebut, pasal yang dipermasalah oleh mahasiswa justru melindungi para korban pelecehan seksual.

“Apakah negara represif terhadap gender. Kan tidak mungkin, sebab di dalam lanskap kami berdemokrasi udah dilindungi. Kok ada kecemasan, saya enggak paham,” ucapnya.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak revisi KUHP di depan Gedung DPR, Jakarta terhadap Selasa 24 September 2019.

Mereka berkunjung bersama dengan mempunyai spanduk dan papan yang bertuliskan tuntutan terhadap DPR untuk membatalkan revisi KUHP dan UU KPK.

Dengan adanya aksi tersebut, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta tak mampu di lewati kendaraan. Belakangan, aksi berlanjut hingga dini hari tadi.

Gelombang penolakan pun juga berlangsung di sejumlah daerah, sekiranya saja Medan, Bandung, Semarang, Solo, Lumajang, hingga Makassar. Para mahasiswa kompak menolak revisi KUHP dan penerapan UU KPK.