KPU Akan Mempertimbangkan Untuk Mmpersingkat Waktu Kampanye Pilkada 2020

KPU Akan Mempertimbangkan Untuk Mmpersingkat Waktu Kampanye Pilkada 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan era kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dikerjakan sepanjang 81 hari, terhitung terasa dari 1 Juli hingga 19 September 2020. Namun, usulan ini mendapatkan protes dari anggota Komisi II DPR RI, Yandri Susanto di dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan KPU terhadap Senin (8/7/2019).

KPU Akan Mempertimbangkan Untuk Mmpersingkat Waktu Kampanye Pilkada 2020

Yandri menilai era kampanye di dalam Pilkada serentak 2020 tidak boleh sangat lama. Ia mengusulkan agar era kampanye bisa digelar bersama dengan kurun sementara 60 hari saja. “Kenapa [masa kampanye] perlu hingga 3 bulan? Saya usul 60 hari. Sekali lagi ini untuk hindari hal yang saya sebutkan tadi, pemborosan biaya, ketegangan sosial, terhitung cost yang ditanggung oleh peserta Pilkada,” kata Yandri di ruang rapat Komisi II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).

Menanggapi protes Yandri tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebutkan lembaganya dapat pertimbangkan untuk mempersingkat sementara kampanye. KPU, kata Arief dapat pertimbangkan layaknya persoalan sosialisasi, persoalan jika tersedia sengketa pencalonan dan terhitung persoalan logistik untuk Pilkada 2020 nanti. “

Kalau tersedia sengketa mengenai pencalonan itu lumayan enggak waktunya,Taruhan Bola kebutuhan logistik kami perlu sementara berapa kalau bisa dimanfaatkan berapa lama dia bisa dimanfaatkan,” mengetahui Arief. Arief menjelaskan, memang jarak antara penetapan calon terhadap Juni 2020 hingga pemungutan nada terhadap 23 September 2020 tidak sangat jauh. Namun, usulan Yandri itu dapat senantiasa dipertimbangkan lembaganya. “

Saya enggak mengetahui masih bisa dimungkinkan dimampatkan lagi atau tidak tapi dicoba dapat kami cek dulu,” pungkasnya.