Mahfud Sebut Wacana KKB Teroris Sudah Muncul Sejak 2018

Mahfud Sebut Wacana KKB Teroris Sudah Muncul Sejak 2018

Mahfud Sebut Wacana KKB Teroris Sudah Muncul Sejak 2018

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ketentuan melabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris bukan hal baru. Wacana tersebut, kata Mahfud, udah terlihat sejak 2018.
Pasang Bola
“Usul-usul mengenai dijadikannya KKB atau KSB atau KKSB ini udah lama sehingga dimasukkan di di dalam daftar teroris,” kata Mahfud, di dalam rekaman nada yang di terima CNNIndonesia.com, Senin (3/5).

Final ketentuan label teroris yang dijalankan pada 22 April, kata dia, terlihat usai jalankan rapat dengan lebih dari satu pihak terkait, keliru satunya dengan Menteri Luar Negeri dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Mulanya pada 12 Desember 2018, kata Mahfud, Bambang Soesatyo berharap sehingga KKB dimasukkan ke di dalam daftar teroris. Namun wacana itu tak mengalami perkembangan, hingga pada 26 Desember 2019, tak berapa lama dia diangkat menjadi menteri, sejumlah tokoh masyarakat mendatangi kantornya.

“Kita berdialog terhitung dengan tokoh-tokoh Papua, tokoh gereja, tokoh DPR, tokoh pemerintahan, tokoh adat, tokoh pemuda. Saya singgah ke sana, mereka singgah ke kantor saya, banyak yang mengusulkan sehingga ditindak lebih tegas,” kata dia.

Wacana itu pun bergulir, hingga pada 22 Maret 2021 selanjutnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI membicarakan mengenai KKB sebagai organisasi teroris.

Tak berselang lama sehabis pernyataan BNPT itu, KKB, kata Mahfud berbuat ulah yang cukup ekstrem kala membunuh Kepala Badan IntelejenNegara Daerah Papua. Hingga akhinya BIN memberi sebutan KKB sebagai KST, yaitu Kelompok Separatis Teroris.

Saat itu pula BambangSoesatyo, yang kini menjabat sebagai Ketua MPR, berharap pemerintah mengelompokkan dan membuat perubahan standing kriminal bersenjata menjadi kelompok teroris.

Berbagai usulan disusul dengan berbagai kejadian teror yang dijalankan KKB ini, pada 22 April Mahfud mengaku menggelar rapat yang dihadiri Mabes Polri, Mabes TNI, Kepala Badan Intelijen Strategis, Kepala BNPT, PPATK, dan Menteri luar negeri untuk membicarakan hal tersebut.

Kunjungi Juga : Artikel Seputar Olahraga

“Karena pendekatan kami yang halus udah puluhan tahun dan kami udah memilah mana yang mampu diajak halus, mana yang mampu dianggap teroris,” kata dia.