Mahfud Ungkap Bahwa Akan Ada Pilkada Yang Curang

Mahfud Ungkap Bahwa Akan Ada Pilkada Yang Curang

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta penyelenggara Pilkada Serentak 2020, peserta pilkada, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan semua elemen penduduk untuk menjaga kondisi kondusif sampai Pilkada berlangsung.

“Dua belas hari ke depan kami jangan sampai lengah, kami jaga betul supaya kondisi selalu kondusif. Masa tenang tanggal 6-8 Desember juga perlu kami pastikan sangat tenang,” kata Mahfud kala memimpin rapat analisa dan evaluasi tahapan Pilkada Serentak di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (23/11/2020).

Rapat ini dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Kepala BNPB Doni Monardo, serta para gubernur yang hadir lewat layanan video conference.

Selain menekankan pentingnya menjaga kondisi dan keamanan, Mahfud juga mengingatkan supaya protokol kebugaran diterapkan sepanjang Pilkada. Demikian pula bersama distribusi logistik, perlu telah dipastikan sampai pas kala dan aman.

“Diantisipasi betul kemungkinan kerumunan, supaya dihindari penumpukan orang bersama mengatur jam dan jadwal orang melaksanakan pemilihan,” ujarnya.

Di rapat tersebut, Ketua KPU Arief Budiman juga melaporkan kepada Menko Polhukam, berkenaan pertumbuhan dan juga persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak, terutama berkenaan pengaturan jam kedatangan yang dibagi menjadi 5 kelompok.

KPU telah melaksanakan simulasi baik di pemungutan maupun kala penghitungan nada di 104 kabupaten kota dan sebagian tempat lainnya.

“Jadi, jumlah DPT yang ada di TPS berikut akan dibagi kedatangannya menjadi lima kelompok, grup pertama jam 07.00-08.00 pagi, grup ke-2 jam 08.00-09.00 pagi, begitu setelah itu sampai bersama paling akhir jam 12.00 sampai jam 13.00 siang,” papar Arief.

Selain menjelaskan jadwal, Ketua KPU juga menginformasikan tingkat partisipasi pemilih yang dinilai cukup menggembirakan berasal dari hasil simulasi yakni di angka 75-77 persen.

Terkait bersama pelanggaran protokol Kesehatan di era kampanye, Ketua Bawaslu, Abhan melaporkan sampai kala ini tercatat telah terjadi 1.763 pelanggaran, dimana 1.210 di antaranya dikenakan peringatan tercantum dan 168 lainnya dikenakan tindakan pembubaran.

Secara virtual, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menjelaskan kesiapan-nya dalam mendukung terlaksananya Pilkada Serentak th. ini, terutama dalam mendukung pemerintah dan Satgas Penanganan Covid-19.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta supaya penduduk sanggup melaksanakan pesta demokrasi secara damai.

“TNI juga mendukung Pemda dan KPU daerah, bersama mengajak tokoh-tokoh penduduk yang ada di daerah, untuk mengimbau semua penduduk melaksanakan pesta demokrasi secara dewasa, tidak tergoda provokasi dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Hadi.

Terkait penjelasan mengenai penanganan Covid-19, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengaklaim angka persoalan corona nasional jadi membaik.

Jika dibandingkan kondisi nasional bersama kondisi global, dimana kala ini memperlihatkan selisih yang cukup besar, yakni 15,65 persen, kala selisih angka kesembuhan 14, 83 persen. Namun demikan, Doni juga menjelaskan terjadi peningkatan persoalan aktif dalam dua minggu terakhir.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta supaya semua elemen mendukung pelaksanaan Pilkada, sebab kondisi Pilkada di th. ini berbeda, dimana terjadi ditengah pandemik Covid-19.

Menurutnya tidak akan kemungkinan penyelenggara KPU bekerja sendiri bersama jajaran-nya. Oleh sebab itu perlu didukung bersama semua kebolehan yang ada, kebolehan Linmas yang di bawah Pemda, Satpol PP yang ada di bawah Pemda, Polri dan TNI.

“Karena sebetulnya kondisi Pilkada kala ini belum pernah terjadi dalam histori bangsa Indonesia, di tengah pandemi. Ini baru pertama kali, pengalaman baru bagi kami semua,” ujar Tito. Antara