Marzuki Alie Sebut KLB Demokrat Tak Harus Disetujui SBY

Marzuki Alie Sebut KLB Demokrat Tak Harus Disetujui SBY

Marzuki Alie Sebut KLB Demokrat Tak Harus Disetujui SBY

Eks politikus Partai Demokrat Marzuki Alie membantah pengakuan pengurus DPP Partai Demokrat yang menunjukkan bahwa ketetapan Kongres Luar Biasa (KLB) perlu disetujui Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Bandar Taruhan
Menurut Marzuki, KLB tak mampu diputuskan oleh nada satu orang, dalam hal ini SBY. Ia menunjukkan KLB mampu terlaksana kecuali mayoritas pemilik nada di Demokrat menghendaki.

“Satu orang mampu veto permintaan 300 orang kan enggak mungkin. Makanya yang disampaikan (KLB) perlu izin majelis tinggi cukup aneh juga. Masa KLB ditentukan oleh seorang? KLB itu ditentukan nada mayoritas,” kata Marzuki sementara dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/3).

Marzuki menjelaskan, dalam berdemokrasi dan berorganisasi secara kepartaian, setiap satu orang punyai satu nada yang sah. Artinya, tidak ada satu nada yang mampu memveto nada pihak lain.

“Itu baru demokrasi yang benar,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah mantan kader dan pendiri partai Demokrat berencana menggelar KLB terhadap pertengahan Maret 2021. KLB ini buntut berasal dari polemik yang terjadi di partai berlambang mercy itu.

Marzuki pada mulanya menunjang pelaksanaan KLB. Namanya terhitung masuk bursa calon ketua umum dalam pelaksanaan KLB tersebut.

Terkait pelaksanaan KLB, pihak DPP buka suara. Ketua Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan merujuk terhadap pasal 81 ayat 4 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi, cuma ada dua kondisi yang memicu KLB bisa saja dilakukan.

Pertama, KLB diusulkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) yang sementara ini diduduki oleh SBY. Kedua, kata Herzaky, KLB bisa saja ditunaikan kecuali disetujui minimal tiga per empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang terdiri berasal dari 34 wilayah dan 1/2 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang terdiri berasal dari 514 cabang. Hal ini terhitung perlu disetujui oleh ketua MTP.

Kritik Kepemimpinan AHY
Dalam peluang yang sama, mantan Ketua DPR RI itu terhitung mengomentari kepemimpinan DPP Partai Demokrat. Ia menyayangkan DPP memecat tujuh kader, terhitung dirinya, dalam polemik isu kudeta.

Padahal, kata dia, seharusnya sebagai pemimpin, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mampu menyelesaikan masalah ini secara internal.

“Tapi kelihatannya, DPP ini terlalu arogan. Barangkali tetap terlalu muda, tidak wise, tidak bijak. Main pecat itu kan mengerdilkan partai,” ujar Marzuki.

“Apalagi orang yang dipecat ini orang-orang yang punyai grassroot, pasukan banyak. Itu yang memicu kondisi jadi gaduh. Harusnya tabayyun, ketemu, panggil, apa sih masalahnya,” kata dia menambahkan.

Kunjungi Juga : Artikel Seputar Olahraga

Marzuki terhitung menyoroti jenis kepemimpinan AHY dalam memimpin partai dan hadapi masalah internal. Bahkan, Menurut Marzuki, ini menunjukkan bahwa AHY tetap belum berpengalaman dalam memimpin organisasi.

“Sebagai ketum ya, AHY kayaknya tidak punyai kemampuan. Jadi yang turun kelanjutannya PAK SBY sendiri. Jadi sesungguhnya enggak siap AHY jadi pemimpin. Mungkin ke depan siap, namun saat ini belum punyai pengalaman,” ujarnya.