Pertemuan Ketum PDIP Dengan Ketum Gerindra Memanaskan Isu Politik Sehabis Pilpres

Pertemuan Ketum PDIP Dengan Ketum Gerindra Memanaskan Isu Politik Sehabis Pilpres

Pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Teuku Umar memanaskan isu politik sehabis pilpres. Sejumlah spekulasi politik terlihat di balik pertemuan itu.

Pertemuan Ketum PDIP Dengan Ketum Gerindra Memanaskan Isu Politik Sehabis Pilpres

Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte menilai pertemuan Megawati bersama dengan Prabowo mencairkan ketegangan politik pasca-pilpres. Dalam konteks pembentukan stabilitas politik di instansi legislatif, menurut Philips, pertemuan dua ketum partai besar di DPR ini bagian dari proses politik biasa.

“Akan tetapi, pertemuan Mega-Prabowo juga puncak gunung es politik kami yang masih didominasi oleh aktor-aktor politik lama, selagi dalam konteks perubahan generasi mendatang di th. 2024 diinginkan bakal ada aktor-aktor politik baru dari generasi yang lebih baru.Taruhan Bola Mungkin juga, meskipun masih jauh, ini semacam indikasi awal kerja mirip politik yang lebih jauh antara PDIP dan Gerindra di th. 2024 nanti,” ujar Philips menganalisis.

Sementara itu, ahli politik Media Survei Nasional Rico Marbun menyoroti pertemuan antara Mega dan Prabowo, yang tidak dihadiri Jokowi dan parpol koalisi lainnya. Parpol koalisi lainnya layaknya Golkar, NasDem, PPP dan PKB tambah bersua di tempat tinggal Ketum NasDem Surya Paloh sehari sebelumnya. Rico menduga ada masalah seputar bagi-bagi kue menteri.

“Gerindra dan Prabowo sepertinya tidak cukup dapat di terima oleh partai bagian KIK lainnya karena menyadari kemungkinan masuknya Gerindra dapat saja mengurangi proporsi menteri parpol pendukung Jokowi di kabinet,” kata Rico.

Tak cuma mengganggu di kabinet, potensi masuknya Gerindra ke koalisi juga dapat mengganggu perebutan kursi Ketua MPR.

“Bila Jokowi kesulitan berikan posisi kabinet ke Gerindra, dapat saja PDIP menginisiasi kompensasi politik bukan di eksekutif melainkan di legislatif. Bisa saja Gerindra di tawarkan menjadi Ketua MPR bersama dengan bantuan PDIP,” katanya.

Pakar politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari melihat pertemuan Mega dan Prabowo lebih pada pertemuan kekeluargaan. Prabowo dinilai miliki hubungan historis yang dekat bersama dengan Megawati.

“Hubungan Bu Mega dan Pak Prabowo itu spesial karena Pak Prabowo pulang ke Tanah Air dulu pertama kali yang mengajak Pak Taufiq Kiemas. Jadi dapat dibilang yang memulangkan Prabowo ke Indonesia ya keluarga Teuku Umar. Secara politik mereka juga dekat dulu berpasangan di Pilpres 2009 lalu,” kata Qodari.

Qodari melihat pertemuan ke-2 keluarga besar nasionalis ini dapat menjadi membicarakan kemungkinan bersama dengan di pemerintahan Jokowi. Bukan mustahil, keduanya juga membicarakan kerja mirip jangka panjang.

“Sebetulnya pertemuan Jokowi bersama dengan Prabowo itu yang dapat mempertemukan Bu Mega. Bukan mustahil 2024 bakal lahir koalisi PDIP dan Gerinrda. Entah itu Prabowo bersama dengan Puan, Prabowo bersama dengan Prananda, atau Prabowo bersama dengan Budi Gunawan, seluruh kemungkinan dapat terjadi,” katanya.

“Di luar itu semua, yang paling penting Bu Mega dan Pak Jokowi sedang menarik Pak Prabowo ke tempat tinggal besar nasionalisme karena dalam pilpres ditarik-tarik ke grup kanan,” kata Qodari.