PPP Incar Posisi Menteri Agama

PPP Incar Posisi Menteri Agama

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengincar sebagian pos menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mendatang. Di antaranya posisi Menteri Agama, Menteri UMKM, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Ya (Menag, UMKM) juga pasti Bekraf juga kan terkait juga dengan pengembangan ekonomi kerakyatan,” kata Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dia menjelaskan, PPP cuma mengajukan dua fokus rencana pemerintahan. Di antaranya penguatan instansi pendidikan keagamaan dan ekonomi kerakyatan.

PPP Incar Posisi Menteri Agama

“Kami kan cuma mengajukan dua kluster saja, yaitu penguatan instansi pendidikan keagamaan, pasti untuk semua agama, dan ponpes di mana UU-nya baru saja kita sahkan, dan juga penguatan ekonomi kerakyatan lebih-lebih untuk kalangan umat Islam lah,” ungkap Arsul.

Dia menilai, kementerian itu sesuai untuk PPP. Kendati demikian, Arsul menyerahkan sepenuhnya ketetapan pada Jokowi.

“Iya. Saya kira sepenuhnya cocoklah untuk PPP, jikalau Menlu aja barangkali,” ucap dia.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyatakan, posisi menteri didalam kabinet pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin lima tahun ke depan merupakan hak prerogatif presiden.

“Kami tidak menyodorkan nama atau posisi sebagai menteri apa, sebab itu kewenangan dan prerogatif presiden dan kita tidak didalam posisi untuk mengemukakan itu,” kata Suharso di Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/10/2019).

Dia mengaku partai berlambang Kabah selanjutnya juga tidak mau mengusulkan, lebih-lebih berharap bagian kursi menteri. Selain itu, pihaknya juga tidak mau mengemukakan terkait format ideal kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin layaknya apa komposisinya, sebab ia bukan didalam posisi mengemukakan usulan tersebut.

Ketika ditanya soal posisi Menteri Agama yang dari PPP layaknya periode sebelumnya, Suharso mengaku semua adalah kewenangan presiden.

“Nantilah. Kita menunggu saja, bagaimana komposisi dan siapa saja yang duduk di kursi menteri,” ucap dia.