PrivyID Berikan Layanan Gratis Selama PSBB

PrivyID Berikan Layanan Gratis Selama PSBB

PrivyID Berikan Layanan Gratis Selama PSBB – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 udah mengonfirmasi sebanyak 11.192 persoalan positif pada 6 Mei 2020. Berdasarkan data yang dirilis, belasan ribu persoalan positif selanjutnya tersebar di 326 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia. Lonjakan serta persebaran virus ini udah mendorong Presiden Joko Widodo untuk memberi tambahan imbauan kepada penduduk sehingga tidak laksanakan kegiatan mudik. Lebih lanjut, sebagian pemerintah provinsi termasuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sebagai langkah antisipasi lebih lanjut.

Salah satu Taruhan Bola bentuk penerapan dari kebijakan PSBB meliputi pindahan tempat bekerja, dari yang sebelumnya di tempat lazim layaknya gedung perkantoran, ke tempat tinggal masing-masing pekerja. Selain itu, kebijakan ini termasuk membatasi kuantitas penumpang di moda transportasi umum.

Tentunya, kebijakan ini mengakibatkan imbas yang cukup signifikan pada beraneka sektor bisnis. Berbagai sistem berbisnis mampu menjadi tertunda akibat terbatasnya ruang gerak pekerja di sedang PSBB. Guna menopang perusahaan melindungi kelancaran sistem berbisnis di sedang PSBB, perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital PrivyID menggratiskan layanan account Enterprise PrivyID hingga 31 Mei 2020.

“Kami menginginkan layanan yang kami miliki mampu menjangkau lebih banyak perusahaan di Indonesia. Harapannya, program yang kami laksanakan mampu menopang perusahaan-perusahaan selanjutnya untuk tetap miliki ruang gerak operasional sepanjang jaman PSBB”, ungkap CEO PrivyID Marshall Pribadi.

Lalu, apa itu Akun Enterprise PrivyID? Enterprise PrivyID adalah solusi pengelolaan dokumen elektronik yang dirancang untuk memudahkan sistem usaha perusahaan beraneka skala. Melalui account Enterprise PrivyID, perusahaan mampu berbagi dan diberi tanda tangan dokumen elektronik tanpa kudu bertatap muka. Perusahaan yang mendaftar melalui web site https://wfh.privy.id bakal dibebaskan dari biaya pendaftaran.

Selain itu, account Enterprise PrivyID yang udah sukses didaftarkan mampu diakses oleh 10 karyawan serta mampu digunakan untuk membagikan dan diberi tanda tangan dokumen internal secara digital tanpa batas. Perusahaan termasuk bakal beroleh 100 saldo untuk berbagi dokumen dan meminta tanda tangan elektronik bersama dengan pihak eksternal tanpa biaya tambahan. Program ini berlaku bagi perusahaan yang belum pernah memakai layanan account Enterprise PrivyID sebelumnya.

Inisiatif ini termasuk merupakan anggota dari program Indonesia Bergerak, sebuah gerakan kolaborasi antara startup binaan Telkom di bawah MDI Ventures. Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Achmad Sugiarto, menjelaskan teknologi miliki potensi untuk menghasilkan solusi yang diperlukan penduduk didalam hadapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi virus COVID-19.

“Partisipasi PrivyID pada program Indonesia Bergerak merupakan tidak benar satu solusi teknologi yang mampu digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melindungi keberlangsungan bisnisnya di sedang jaman PSBB, tanpa kudu datang dan berkumpul di kantor,” lanjutnya.

Adapun startup yang berkolaborasi didalam IndonesiaBergerak antara lain Kata.ai yang sedia kan chat bot platform, Qiscus sebagai platform aplikasi chat untuk komunikasi internal organisasi, Volantis sebagai pengolah data (big data) yang menyajikan data persebaran COVID-19 serta Qlue yang menghadirkan fitur pelaporan warga