Qodari soal Presiden 3 Periode: Jokowi-Prabowo 2024

Qodari soal Presiden 3 Periode: Jokowi-Prabowo 2024

Qodari soal Presiden 3 Periode: Jokowi-Prabowo 2024

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengusulkan supaya Joko Widodo berpasangan bersama dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden terhadap Pilpres 2024.
Pasang Bola
Ia pun menunjang Jokowi menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya.

“Buat saya bukan Jokowi tiga periode. Sebetulnya, saya memikirkan dan antisipasi bahwa Pemilu 2024 nanti capresnya itu berpasangan Jokowi bersama dengan Prabowo. Jadi tepatnya Jokowi-Prabowo 2024, itu tagline saya. Saya proklamirkan nih, Jokowi-Prabowo 2024,” kata Qodari dalam video yang di terima CNNIndonesia.com, Selasa (16/3).

Dia menerangkan tidak benar satu alasan menunjang Jokowi berpasangan bersama dengan Prabowo demi hindari polarisasi politik kembali terjadi di tengah masyarakat.

Qodari khawatir polarisasi politik seperti yang terjadi di Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017, dan juga Pilpres 2019 kembali terulang.

“Kenapa Jokowi-Prabowo 2024, dikarenakan membuat saya yang paling saya khawatirkan dan takutkan saat ini ini adalah fenomena polarisasi politik yang sangat keras yang jadi hari jadi keras,” ucapnya.

Untuk diketahui, wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode kembali mengemuka. yang mengaku menangkap isyarat politik atau skenario yang mengarah supaya Presiden Jokowi kembali terpilih sampai tiga periode.

Amien sempat menaruh keraguan terhadap upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal dalam ketentuan hukum supaya Jokowi sanggup kembali memimpin dalam tiga periode.

“Akankah kita biarkan, plotting rezim saat ini ini, bakal memaksa masuknya pasal supaya sanggup dipilih ketiga kalinya,” kata Amien melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (13/3).

Merespons perihal itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo meyakinkan tidak tersedia pembahasan di internal MPR untuk memperpanjang masa jabatan presiden-wakil presiden dari dua menjadi tiga periode. Sejauh ini, UUD 1945 mengatur masa jabatan presiden cuma boleh dua periode.

“Sebagai instansi yang miliki kewenangan mengubah dan memutuskan UUD NRI 1945, MPR RI tidak dulu lakukan pembahasan apa pun untuk mengubah Pasal 7 UUD NRI 1945,” kata Bamsoet di dalam info resminya, Senin (15/3).

Pada 2019 silam, Jokowi dulu merespons wacana itu. Ia menampik masa jabatan presiden diubah menjadi tiga periode atau maksimal 15 th. masa jabatan dalam rencana amendemen UUD 1945.

Jokowi menyebut pengusul masa jabatan tiga periode seakan idamkan menampar wajah dirinya.

Kunjungi Juga : Artikel Seputar Olahraga

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu tersedia tiga [maknanya] menurut saya: Satu, idamkan menampar wajah saya; yang ke dua idamkan cari muka, padahal saya udah miliki muka; yang ketiga idamkan menjerumuskan,” kata Jokowi kala berbincang bersama dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019.