Sebelum Sukses dengan Little Women Louisa May Alcott Terbitkan Buku Pertamanya

Sebelum Sukses dengan Little Women Louisa May Alcott Terbitkan Buku Pertamanya

The Saturday Evening Gazette menerbitkan novel The Lawan Painters: A Story of Rome buatan Louisa May Alcott pada 11 November 1852. Novel itu ialah buatan awal Alcott saat sebelum sukse menulis novel kanak- kanak bertajuk Little Women( 1868).

Alcott ialah anak kedua dari 4 saudarinya, beliau lahir di Pennsylvania, Amerika. Tetapi, ia menghabiskan beberapa besar hidupnya di Concord, Massachusetts, Amerika. Bronson, bapaknya bersahabat bagus dengan pemikir Transendentalis( mengerti metafisika) Ralph Wado serta Henry David Thoreau, yang meninggalkan opini kokoh pada Alcott.

Bapaknya itu mengawali sekolah bersumber pada anutan Transendentalis, namun beliau kandas sehabis 6 tahun serta beliau tidak bisa menghidupi keluarganya. Sehabis itu, Alcott membaktikan beberapa besar hidupnya buat mensupport keluarganya.

Sehabis publikasi narasi pertamanya, Alcott mencari nafkah dari narasi emosional serta melodrmatis sepanjang lebih dari 2 dasawarsa.

Semacam dikutip dari History, Selasa( 10 atau 11 atau 2020), di tahun 1862, dirinya berkerja bagaikan juru rawat dari gerombolan Union dalam Perang Awam Amerika serta kesehatannyapun luang tersendat disebabkan meriang tifoid. Kemudian beliau membuat reputasinya bagaikan pengarang kesusastraan yang sungguh- sungguh sebab pengalamannya dalam Hospital Sketches( 1863).

Berhasil dengan Little Women

Mencari novel yang terlaris, penerbitnya memALittle Women langsung berhasil. Beliau juga mengawali menulisnya dalam satu ayat satu hari buat menuntaskan yang kedua.

Fantasi kanak- kanak selanjutnya bertajuk Little Men( 1871), An Old- fashioned Girl( 1870), Eight Cousins( 1875), serta Jo’ s Boys( 1886), meski tidak sepoopuler Little Women tetapi sedang bisa dinikmati hingga saat ini.

Selan fantasi kanak- kanak, Alcott pula menulis banyak narasi pendek buat orang berusia. Beliau pula jadi pendukung kokoh buat permasalahan wanita serta menghabiskan beberapa besar hidupnya buat mengurus keluarganya dengan cara keuangan, penuh emosi, serta raga, kemudian ayahnyapun tewas pada 1888, serta beliau bisa mengikutinya 2 hari setelah itu.