Soal KKB, Anggota DPD Takut Kritik soal Papua Dicap Teroris

Soal KKB, Anggota DPD Takut Kritik soal Papua Dicap Teroris

Soal KKB, Anggota DPD Takut Kritik soal Papua Dicap Teroris

Anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI dari Papua, Filep Wamafma mengaku cemas atas sikap pemerintah.
Pasang Bola
Filep menyebut, dengan kondisi tersebut, segala kritik dan masukan berkaitan masalah di Papua dikhawatirkan diidentikkan sebagai wujud pemberian terhadap terorisme di Papua.

“Sebagai wakil daerah kita cemas juga, ketika mengimbuhkan pandangan-pandangan berkaitan diskriminasi masalah pelanggaran HAM, masalah rasis dan masalah urgent lain, jangan-jangan kita sebagai wakil daerah disebut sebagai teroris,” kata Filep kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/4).

Filep berharap pemerintah mengimbuhkan definisi dengan paham dan tertentu berkaitan kategorisasi group mana saja yang dianggap teroris. Sebab menurutnya, hingga sementara ini pemerintah belum paham membatasi hal tersebut. Filep menilai hal demikian memiliki tujuan sehingga pemerintah tak secara brutal melaksanakan generalisasi semua orang di Papua dijustifikasi sebagai teroris.

“Didefinisikan secara khusus. Kelompok mana, afiliasi mana, yang disebut pemerintah sbg group teroris. Jangan justru orang-orang mengfungsikan ruang demokrasi dan kebebasan pendapat kemudian di justifikasi sebagai teroris,” kata dia.

Lebih lanjut, Filep menyebutkan penetapan label teroris oleh pemerintah juga bakal mengancam para pegiat demokrasi di Papua. Ia juga cemas cara tersebut menjadi masalah baru di Papua ke depannya.

Kunjungi Juga : Artikel Seputar Olahraga

“Menurut kesimpulan kami, rasa benci rakyat, rasa benci ketidakadilan, rasa benci terhadap diskriminasi itu bakal jadi tumbuh dari generasi ke generasi. Karena pemerintah tak masuk ke jalan persoalan,” kata Filep.