Sohibul Iman Menyoroti Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

Sohibul Iman Menyoroti Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyoroti perkembangan demokrasi di Indonesia. Urusan perpolitikan, menurutnya, masih belum memberikan pengaruh positif ke masyarakat.

Sohibul Iman Menyoroti Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

“Pascareformasi, Indonesia memang nampak dari jebakan otoritarianisme Orde Baru.Pasang Bola Namun Indonesia hingga kini masih belum berhasil menuntaskan transisi demokrasinya. Indonesia masih belum dapat naik kelas menjadi demokrasi substansial. Selama 20 th. lebih proses demokratisasi pascareformasi, Indonesia lagi lagi terperangkap di dalam demokrasi prosedural di dalam wujud yang lain,” kata Sohibul di dalam amanat upacara HUT ke-74 RI sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (17/8/2019).

Empat aspek yang membawa dampak proses demokrasi terperangkap di dalam prosedural, menurut Sohibul, tergoda oleh jebakan politik yang berbiaya mahal, hegemoni oliogarki, politik saling menyandera, dan politik yang involutif.

Politik kami berputar-putar pada dirinya, tidak memberi pengaruh positif bagi kesejahteraan rakyat. Politiknya gaduh sendiri tanpa memberi pengaruh kemajuan di sektor-sektor lain. Politik menjadi tercerabut dari fungsinya sebagai dinamo pergantian ke arah yang lebih baik baik dari segi ekonomi dan kesejahteraan maupun dari segi harmoni sosial kemasyarakatan,” lanjut Sohibul.

Padahal, menurut Sohibul, demokrasi mesti dapat memberikan area dan peluang kepada seluruh susunan masyarakat Indonesia.

“Substansi misi dari demokrasi adalah terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya menguntungkan bagi segelintir group saja. Karena target dari demokrasi adalah terhubung peluang yang serupa bagi seluruh warga supaya rasa keadilan (sense of justice) dan rasa kesetaraan (sense of equity) terwujud. Keadilan sosial merupakan sila ke-5 Pancasila yang menjadi prasyarat terwujudnya sila ke-3 Pancasila, yakni persatuan bangsa. Tanpa tersedia keadilan sosial, tidak bakal tersedia persatuan bangsa,” terang Sohibul.