Wali Kota Depok Dengan KPUD Dan Bawaslu Depok Mensosialisasikan Pendidikan Politik Kepada Para Siswa SMA

Wali Kota Depok Dengan KPUD Dan Bawaslu Depok Mensosialisasikan Pendidikan Politik Kepada Para Siswa SMA

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad dengan KPUD dan Bawaslu Depok mensosialisasikan pendidikan politik kepada para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagai pemilih pemula, siswa SMA diimbau untuk tidak tabu pada politik.

Wali Kota Depok Dengan KPUD Dan Bawaslu Depok Mensosialisasikan Pendidikan Politik Kepada Para Siswa SMA

“Pada hakekatnya politik itu baik, yang mengakibatkan politik tidak baik itu gara-gara ulah manusianya. Politik adalah usaha untuk wujudkan kebaikan bersama, menjadi jangan tabu pada politik,” ujar Idris.

Hal itu diungkapkan Idris didalam kesibukan ‘Sosialisasi dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula Bagi Pelajar SMA/SMK se-Kota Depok. Peningkatan Partisipasi didalam Demokrasi” yang diadakan di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok pada Selasa (20/8/2019). Kegiatan berikut dihadiri pula oleh Ketua KPUD Depok Nana Sobharna, dan Ketua Bawaslu Depok Luli Barlini. taruhan bola

Dalam kesibukan itu, Idris terhitung mengimbau para pelajar SMA untuk melek politik. Generasi milenial diminta tidak cuma menjadi pirsawan politik, melainkan sebagai pelaku politik.

” Jangan anti-politik, warga Depok jangan menjadi pirsawan tapi menjadi pelaku politik,” katanya.

Pengenalan politik sedini mungkin pada pelajar SMA dinilai penting. Sebagai generasi penerus bangsa, dikehendaki generasi milenial mampu mengendalikan politik dengan porsinya masing-masing.

“Politik sebenernya baik, yang mengakibatkan tidak baik ini pelakunya. Maka kita minta ke anak-anak milenial jangan anti politik tapi kendalikan politik ini pada porsinya,” tutur Idris.

Lebih lanjut, Idris menilai pendidikan politik kepada anak-anak SMA dianggap mutlak untuk hindari stigma jelek soal politik. Ribut-ribut yang dipertontonkan anggota dewan sering kali menyebabkan citra jelek politik.

“Sebab yang ditangkap oleh mereka, yang udah masuk ke didalam image mereka beberapa ini adalah sesuatu yang disampaikan dan diamati simbol- lambang politik umpama ribut-ribut parlemen, porak porandanya kehidupan universitas gara-gara dampak Pilkada dan Pileg. Ini yang bikin beberapa antipati, kita ingin kembalikan itu, politik sebenernya baik, yang mengakibatkan tidak baik ini pelakunya,” bebernya.

Untuk diketahui, Depok sendiri akan menggelar Pilwalkot di th. 2020. Sehingga para pelajar kudu mendapatkan sosialisasi atas partisipasi mereka didalam Pilwalkot tersebut.

“Iya keterlibatan mereka terhitung diukur dari partisipasi mereka, maka kita kudu Kesbangpol untuk sosialisasi persoalan kecerdasan politik bagi mereka. Mereka ‘kan tersedia yang diantaranya masuk forum anak tadi mereka yang sampaikan juga, menjadi lebih kenal,” tutur Idris.

Kegiatan ini terhitung diisi oleh tanya-jawab dengan para pelajar. Dalam kesempatan itu Ketua Bawaslu Depok Luli Barlini sempat bertanya berkaitan lembaga penyelenggara pemilu Indonesia. Pertanyaan itu dijawab seorang siswi SMA.

“Ada tiga, tapi yang satu saya lupa, yang saya jelas sejauh ini KPU dan Bawaslu,” jawab siswi itu.

“Ada satu lagi apa? Satu lagi DKPP, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,” kata Luli.